![]() |
| Jay saat membaca |
Dengan kidmad dan tenang yang diarahkan oleh mamanya Jay mengguratkan tulisan dengan pensil diatas buku.
Sedih juga ketika melihat buku penghubungnya ada attention bahwa Jay sama sekali nggak mau mengikuti pelajaran sama sekali. Sejujurnya kami kecewa karena dengan sekolah semahal ini, guru belum mampu menghandle jay.
Namun kami pasrah karena mungkin ini bagian dari perjalan hidup Jay dan kami.
Terkait cara menghandle Jay, kami orang tua Jay yang juga seorang guru dengan pengalaman mengajar selama 17 tahun lebih hanya bisa memyarankan untuk pihak sekolah yaitu:
Hentikam sistem yang memberikan kesempatan orang tua atau suruan orang tua untuk menunggui anak yg belajar dikelas kecuali waktu ujian karena hal ini sangat merugikan orang tua dan secara fundamental sistem ini udah salah.
Jangan biarkan guru mengeluh melalui buku penghubung atau media lain. Karena hal ini akan membuat guru menjadi lega yang menyebabkan guru malas mencari jalan untuk memberikan pendidikan. Sehingga guru semakin bodoh dan itu fatal bagi siswa.
Guru atau sekolah harus mempunyai progress untuk anak yang bersangkutan, dan harus punya rasa malu, karena biaya yang begitu besar, ingatkan pada diri gimana sulitnya orang tua mencari uang untuk membiayai anak.
Bagi orang tua yang senasib dengan kami, jangan dah terlalu banyak berharap kepada orang lain. Betapapun mahalnya kita membayar.
Ya semoga tulisan bisa memberikan manfaat bagi kita semua, tampa ada maksud menyinggung pihak lain hal ini murni sharing pengalaman demi kebaikan.







Posting Komentar