Sabtu, 8 Juni 2013 , 08:09
Jay merakit sampai menyalakan komputer disini sengaja saya taruh mouse yang rusak gimana Jay menyelesaikan itu dalam waktu 5 menit?. Simulasi ini dilakukan saat Jay duduk dikelas I semester I.
1. Jay mulai mengambil CPU yang akan dipasang, dia mengambil CPU yang benar padahal disini ada 4.
 |
| 1. Jay mulai mengambil CPU yang akan dipasang, dia mengambil CPU yang benar padahal disini ada 4. |
2. Jay membawa CPU dgn hati-hati karena tahu barang ini mudah rusak, melalui celah sempit.
 |
| 2. Jay membawa CPU dgn hati-hati karena tahu barang ini mudah rusak, melalui celah sempit. |
3. Jay membawa CPU walau berat tapi tidak dilepas karena rasa tanggung jawab.
 |
| 3. Jay membawa CPU walau berat tapi tidak dilepas karena rasa tanggung jawab. |
4. Jay meletakkan CPU diatas meja dengan pelan dan hati-hati.
 |
| 4. Jay meletakkan CPU diatas meja dengan pelan dan hati-hati. |
5. Jay memposisikan CPU agar mudah dihubungkan.
 |
| 5. Jay memposisikan CPU agar mudah dihubungkan. |
6. Jay sudah memasang mouse USB yg rusak dia belum tahu, sekarang mencari keyboard.
 |
| 6. Jay sudah memasang mouse USB yg rusak dia belum tahu, sekarang mencari keyboard. |
7. Jay masih mencari, walau dia sudah menemukan kabel power dia tidak pasang karena listrik dalam keadaan aktif.
 |
| 7. Jay masih mencari, walau dia sudah menemukan kabel power dia tidak pasang karena listrik dalam keadaan aktif. |
8. Jay memasang colokan keyboard pada lobang yang benar, padahal sebelahnya colokan mouse sama persis.
 |
| 8. Jay memasang colokan keyboard pada lobang yang benar, padahal sebelahnya colokan mouse sama persis. |
9. Jay mengamati pasangan keyboard untuk menyakinkan, karena jari2 kabel harus persis, kalo nggak tidak akan masuk dengan benar.
 |
| 9. Jay mengamati pasangan keyboard untuk menyakinkan, karena jari2 kabel harus persis, kalo nggak tidak akan masuk dengan benar. |
10. Jay memasang kabel power dengan 1 tangan tanpa memegang CPU, karena ia tahu akan tersetrum jika memegang CPU, tanpa menggunakan alas kaki.
 |
| 10. Jay memasang kabel power dengan 1 tangan tanpa memegang CPU, karena
ia tahu akan tersetrum jika memegang CPU, tanpa menggunakan alas kaki. |
11. Jay memasang kabel monitor, disini arah colokan harus benar, karena lobang kecil yang banyak menyebabkan pemasangan cukup sulit.
 |
| 11. Jay memasang kabel monitor, disini arah colokan harus benar, karena
lobang kecil yang banyak menyebabkan pemasangan cukup sulit. |
12. Karena kabel telah lengkap terpasang, Jay menghidupkan CPU.
 |
| 12. Karena kabel telah lengkap terpasang, Jay menghidupkan CPU. |
14. Ini insting kelebihan Jay, dia mulai curiga dengan mouse, setelah dipegang.
 |
| 14. Ini insting kelebihan Jay, dia mulai curiga dengan mouse, setelah dipegang. |
15. Jay menunggu loading window dengan posisi tangan seperti profesional.
 |
| 15. Jay menunggu loading window dengan posisi tangan seperti profesional. |
16. Jay menunggu loading window dengan konsentrasi tidak mencerminkan dia seorang yang hiperaktif.
 |
| 16. Jay menunggu loading window dengan konsentrasi tidak mencerminkan dia seorang yang hiperaktif. |
17. Jay sudah tahu kalo mouse itu rusak karena melihat cursor yang tidak bergerak, walau mouse digerakkan.
 |
| 17. Jay sudah tahu kalo mouse itu rusak karena melihat cursor yang tidak bergerak, walau mouse digerakkan. |
18. Jay mengecek kembali colokan mouse apa sudah benar, dia menyimpulkan pasangan benar, berarti mouse rusak.
 |
| 18. Jay mengecek kembali colokan mouse apa sudah benar, dia menyimpulkan pasangan benar, berarti mouse rusak. |
19. Jay memutuskan untuk mencari mouse pengganti, ditempat kursus computer.
 |
| 19. Jay memutuskan untuk mencari mouse pengganti, ditempat kursus computer. |
20. Jay mengambil mouse dicomputer guru, karena dia tahu kalo ada yg kursus jgn sampai tergangu.
 |
| 20. Jay mengambil mouse dicomputer guru, karena dia tahu kalo ada yg kursus jgn sampai tergangu. |
21. Jay keluar membawa mouse pengganti.
 |
| 21. Jay keluar membawa mouse pengganti. |
22. Jay memasang mouse port, dimana memasang mouse port jauh lebih sulit daripada memasang mouse usb, karena kaki2 mouse dan lobang cukup banyak.
 |
| 22. Jay memasang mouse port, dimana memasang mouse port jauh lebih sulit
daripada memasang mouse usb, karena kaki2 mouse dan lobang cukup
banyak. |
23. Jay memposisikan mouse pengganti agar mudah digunakan.
 |
| 23. Jay memposisikan mouse pengganti agar mudah digunakan. |
24. Jay mengamati mouse yang rusak.
 |
| 24. Jay mengamati mouse yang rusak. |
25. Jay mereset CPU agar mouse pengganti bisa digunakan.
 |
| 25. Jay mereset CPU agar mouse pengganti bisa digunakan. |
26. Jay menguji kesiapan komputer dengan keyboard.
 |
| 26. Jay menguji kesiapan komputer dengan keyboard. |
27. Agar mouse mudah menggerakan cursor, jay mengakali dengan majalah sebagai alasnya.
 |
| 27. Agar mouse mudah menggerakan cursor, jay mengakali dengan majalah sebagai alasnya. |
28. Jay menggunakan mouse mulai menguji coba komputer dengan membuka-buka program.
 |
| 28. Jay menggunakan mouse mulai menguji coba komputer dengan membuka-buka program. |
29. Untuk memastikan computer berjalan dengan baik jay selalu membuka banyak program yang berbeda.
 |
| 29. Untuk memastikan computer berjalan dengan baik jay selalu membuka banyak program yang berbeda. |
Anggapan, hinaan, kepada kami serta penimpaan kesalahan pada Jay hanya karena gurunya yang nggak mampu mengarahkan dan mendidik Jay walau kami sudah membayar uang sekolah selangit mengilhami kami membuat simulasi ini. Diharapkan semua pihak bisa membantu Jay dan anak lain yang senasib tanpa membebankan semua kesalahan pada yang bersangkutan. Guru dan pihak sekolah memberikan kesempatan belajar serta tidak ragu memberikan nilai terbaik diatas rata-rata kepada Jay juga. Tokoh dunia seperti Thomas Alpa Edison, Einstein, Bill Gates, Michael Jordan merupakan anak hiperaktif di masa kecilnya. Bahkan Thomas Alpa Edison tidak lulus SD, karena dikeluarkan dari sekolah dan dianggap bodoh, beberapa tahun kemudian dia menemukan lampu listrik, yang kita gunakan sekarang. Kami sangat berharap anak kami bisa walau tidak bisa menyaingi tokoh dunia tersebut. Kesempatan belajar disekolah formal adalah hal yang sangat berharga untuk menapaki masa depannya dikelak kemudian hari.
Posting Komentar