![]() |
| Jay's Parent |
Senin, 10 Juni 2013, 11:09
Hari ini baru saja saya sembuh dari sakit setelah pada hari jumat yang lalu saya dipanggil kepala sekolah Jay dan meminta agar Jay didampingi. Adapun sakit saya disebabkan karena jumat malam dan sabtu malam saya nggak bisa tidur memikirkan anak saya Jay. Minggu saya sudah terjelempang dengan tubuh panas dingin. Setelah minum obat akhirnya pagi ini saya bisa beraktifitas kembali. Namun tetap was-was jika dipanggil kembali dan dibilang pihak sekolah belum bisa mengendalikan anak saya. Saya pasti akan drop kembali dan jatuh sakit.
Mungkin orang tua yang mempunyai anak yang hiperaktif juga akan mengalami masalah seperti saya. Perlu diketahui biaya untuk masuk sekolah bintang mandiri sechool itu Rp. 14 Juta dipotong diskon 2 juta dengan SPP Rp. 550.000/bulan. Karena itu melalui media ini saya ingin menyampaikan:
- Orang tua yang mempunyai anak yang hiperaktif rentan sekali dengan perkataan walau sangat simple dan sederhana tapi sangat menyakit bagi orang tua seperti : Oh..anak bapak nggak mau di kelas, o.. anak bapak nggak mau nulis, o..anak bapak tak bisa diam tapi nggak bisa di bilangin, o..anak bapak mengganggu anak lain, kami belum bisa mengendalikan anak bapak, tolong anak bapak didampingi, dan seterusnya kata-kata yang berhubungan dengan sifat ke hiperaktifan itu sangat menyakitkan bagi orang tua yang bersangkutan. Mungkin bisa kami analogikan seperti ini kami lebih baik ditembak dengan pistol dari pada mendengar kata-kata seperti itu. Jadi tolong bagi pihak sekolah menghindari kata-kata itu.
- Anak Hiperaktif, anak Autis Kalau Gagal Dibentuk Itu Adalah kesalahan Mutlak dari guru, biasanya kesalahan ini terjadi karena guru minta anak yang bersangkutan didampingi dengan alasan seperti ini demi kebaikan anak yang bersangkutan, kasihan anaknya, atau kami ingin mengurangi pelan-pelan agar nanti anak yang bersangkutan bisa berkembang, dll. Menunggui anak belajar dikelas secara prinsip dasar sudah pasti salah apapun alasannya. Sesungguhnya ketika guru atau kepala sekolah minta agar anak didampingi itu saya pastikan bukan untuk kepentingan anak tetapi untuk kepentingan guru atau pihak sekolah karena dengan didampingi, guru menjadi mudah mengajar, lepas tanggung jawab. Namun akan berbeda dengan anak, kemandiriaannya menjadi tidak pernah dapat walau dapat akan membutuhkan waktu yang yang lama bisa jadi sampai lulus kelas VI anak yang bersangkutan minta di dampingi, karena ketika didampingi yang sesungguhnya mengerjakan soal adalah pendampingnya, maka jauh lebih baik anak dapat belajar walau cuma 30 menit tanpa didampingi dari pada belajar 8 jam dengan didampingi. Bagi orang tua siswa juga sudah pasti sangat dirugikan, karena sudah bayar mahal e terus minta didampingi, ibaratnya sudah di beri nasi minta disuapin. Jadi anak yang autis atau hiperaktif jangan sampai didampingi.
- Dengan sistem pendampingan dalam waktu jangka lama akan merugikan pihak sekolah walau kerugian itu tidak separah yang diderita siswa dan orang tua. Kenapa?. Karena ketika guru minta siswa yang bersangkutan didampingi itu artinya guru yang bersangkutan akan malas untuk belajar akhirnya apa, kalau ada anak seperti itu pasti akan minta didampingi lagi. Yang mengakibatkan dikelak kemudian hari orang tua akan enggak memasukkan anaknya kesekolah tersebut. Ingat setiap orang tua yang memasukkan anaknya bukan nya menanyakan berapa estrakurikulenya, kemana tamasya bukan itu, pasti pertama yang ditanyakan, apakah anak saya nanti didampingi?. Dan biasanya pihak sekolah menjawab tidak namun setelah masuk mulai dah pihak sekolah meminta agar anak didampingi, hal inilah dari mulut-mulut akan tersebar, o disana sekolah sudah mahal e anak harus didampingi. Akhirnya sekolah yang bersangkutan hanya akan menghitung hari.
- Terus kalau anaknya susah gimana sebaiknya?. Masalah itu bebankan pada wali kelas. Misal kalau anak bermain diluar wali kelas tidak mengajar ajaklah anak tersebut belajar dikantor guru atau tempat lain. Dekati anak tersebut dengan kasih sayang dan anggap sebagai anak sendiri. Kalau setahun belum bisa pasti 2 tahun atau 3 tahun akan bisa. Makanya wali kelas itu harus mengikuti kelas tersebut sampai kelas VI selalu begitu. Misal sekarang dia wali kelas kelas I ketika anak-anak naik kekelas II wali kelas juga ikut, terus begitu. Kalau hal ini bisa dilakukan saya berani jamin sekolah ini akan menjadi enjos gandos.







Posting Komentar