Home » , » Jay Merakit Matherboard dan Dibelikan Sepatu Baru

Jay Merakit Matherboard dan Dibelikan Sepatu Baru

Written By Andie Arjawa on Senin, 24 Juni 2013 | 01.36

Jay melakukan permainan yang mungkin bagi anak biasa sangat sulit tapi bagi Jay sangat mudah. Jay mulai menyiapkan motherboard, memory, VGA, soundcard dan lain-lain. Dengan konsentrasi penuh dia mulai memasang satu persatu hardware yang sudah terkumpul, dia merakit dengan pas dan benar semua rangkaian hardware yang ada. Begitulah Jay, bagi orang biasa sesuatu yang mudah menjadi sangat sulit baginya dan bagi orang biasa sesuatu itu sulit tapi bagi Jay hal itu begitu mudah dikerjakan.
Senin, 24 Juni 2013, 01:09

Tahun ajaran baru sebentar lagi mulai, dari pemberitahuan sekolah tanggal 15 Juli 2013, siswa sudah masuk seperti biasa dan belajar efektif.

Sepatu Jay sudah robek, nantinya kami nggak mau dia sekolah dengan sepatu yang robek, kami coba merencanakan waktu untuk mengantarnya ke toko sepatu, jumat, 21 Juni 2013 jam 18:00 saya bersama mamanya Jay merencanakan waktu yang tepat. Namun ternyata terbentur jadwal kami dan kebetulan Jumat malam saya tidak ada siswa karena barusan selesai ujian, sehingga kamipun berangkat ke Robinson untuk membeli sepatu hari ini juga. Dengan harga 200 ribuan di potong diskon kami membelikan Jay sepatu dan kaos kaki.

Sungguhpun ini hal yang wajar dan tak perlu kami tulis sebagai suatu cerita namun ketika diawal dikelas satu kami menghantar Jay ke tempat yang sama. Dia menarik kami dan meminta es cream, belum habis es creamnya dia sudah minta Mc D. Sampai ketika itu kami maunya beli sepatu sampai kurang konsen karena Jay menangis dan menarik kami.

Hal berbeda terjadi pada kali ini, ketika dia minta es cream kami berkata padanya "Jay nanti setelah beli sepatu baru beli es cream ya". Jay pun menurut, dia mau memilih sepatu sambil melihat lihat bentuk sepatu yang bagus. Kami merasa bangga melihat kemajuan ini.

Akhirnya sepatu dan kaos kakipun telah kami dapatkan, kami bertanya pada Jay, "Jay mau es cream apa Mc D?." Jay jawab Mc Donald. Kami bergegas ke gerai Mc Donald setelah kami masuk ternyata tempatnya penuh, kamipun kembali berkata pada Jay, "Jay tempatnya penuh nanti kita beli Mc D di jimbaran dekat kampus Unud ya?". Jay pun nurut kalau dulu mungkin dia sudah menangis nggak karuan-karuan.

Karena nggak kebagian tempat duduk kamipun keluar dan beranjak pulang, namun diluar dari sekumpulan dagang yang ada, kami tanya pada Jay, "Jay mau beli apa?". Jay jawab : "beli es cream" diapun mengambil es cream magnum satu kemudian kami bayar dan dia tidak minta yang lain lagi.

Bangga dan lega perasaan kami karena kemajuan ini, mungkin bagi anak biasa, ini biasa dan bahkan tidak ada yang istimewa tapi bagi kami ini kemajuan yang luar biasa melegakan untuk Jay.

Kami pun pulang dan tak lupa mampir untuk makan di Mc D jimbaran dekat kampus Unud. Sesampainya Jay dirumah seperti biasa Jay melakukan permainan yang mungkin bagi anak biasa sangat sulit tapi bagi Jay sangat mudah. Jay mulai menyiapkan motherboard, memory, VGA, soundcard dan lain-lain.

Dengan konsentrasi penuh dia mulai memasang satu persatu hardware yang sudah terkumpul, dia merakit dengan pas dan benar semua rangkaian hardware yang ada. Begitulah Jay bagi orang biasa sesuatu yang mudah menjadi sangat sulit baginya dan bagi orang biasa sesuatu itu sulit tapi bagi Jay hal itu begitu mudah dikerjakan.

Semoga Jay bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi anak seperti dia dan orang tua yang mempunyai anak hiperaktif. Di Dre@ming Kids sendiri sering orang tua bergumam, anak seperti Jay aja mampu baca, nulis dan hitung masak anak saya nggak bisa. Itu guman orang tua yang biasa kami dengar. Apapun itu maju terus anakku Jay, kami orang tuamu akan mensupport sampai kamu lulus S2. Semoga!!.



Jay's Parents
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. I Gede Ricky Jay Harta Arjawa Putra - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Tembok Tebing